KabarBaik.co – Memasuki musim penghujan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo meningkatkan langkah antisipasi pohon tumbang guna meminimalkan risiko bagi pengguna jalan di musim penghujan ini dan cuaca yang tidak bisa di prediksi.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat intensitas pemangkasan dan perawatan pohon, khususnya di sepanjang jalan protokol dan kawasan padat aktivitas.
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK, Vira Murti Krida Laksmi, mengatakan bahwa penanganan pohon sebenarnya dilakukan sepanjang tahun. Namun, pada musim hujan, fokus dan kekuatan personel diperbesar mengingat potensi angin kencang dan curah hujan tinggi.
“Meski pemangkasan rutin dilakukan, saat musim hujan kami meningkatkan intensitas penanganan. Saat ini kami menambah jumlah tim di lapangan agar respons lebih cepat,” ujarnya, Minggu (18/01).
DLHK kini mengerahkan tiga tim penanganan, terdiri dari satu tim untuk pekerjaan ringan tanpa alat berat serta dua tim yang dilengkapi skylift dan armada pengangkut. Penambahan ini ditujukan untuk mempercepat penanganan pohon rawan tumbang di jalur utama.
Vira menjelaskan perampingan pohon berukuran besar di jalan protokol seperti Jalan Mojopahit menjadi prioritas utama. Proses tersebut membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi karena harus memperhatikan faktor keselamatan, mulai dari kabel listrik, bangunan di sekitar, hingga keamanan petugas.
“Pohon besar tidak bisa dikerjakan dengan cepat. Satu pohon bisa memakan waktu satu sampai dua hari karena faktor keselamatan sangat kami perhatikan,” jelasnya.
Keluhan masyarakat terkait rimbunnya pohon di ruas Mojopahit hingga Tanggulangin diakui terus ditindaklanjuti. Namun, pertumbuhan pohon yang cepat kerap menjadi tantangan tersendiri di lapangan.
Selain faktor cuaca, DLHK juga menyoroti perilaku manusia yang dapat memperparah risiko pohon tumbang. Warga diimbau untuk tidak membakar sampah di bawah pohon karena dapat merusak akar dan melemahkan struktur pohon.
“Kami sudah mengingatkan dengan tegas agar tidak ada pembakaran sampah di bawah pohon. Ini berbahaya karena dapat membuat pohon mudah tumbang saat angin kencang,” tegas Vira.
Untuk mempercepat penanganan kejadian darurat, DLHK memperkuat kolaborasi dengan BPBD dan Satpol PP. Setiap laporan melalui layanan darurat 112 akan segera ditindaklanjuti oleh tim gabungan.
“Jika kejadian ringan, BPBD dan Satpol PP bisa melakukan penanganan awal. Namun bila membutuhkan alat berat, tim DLHK akan turun langsung,” pungkasnya. (*)






