KabarBaik.co, Jember – Langkah Persid Jember di ajang Liga 4 Nasional 2026 harus terhenti secara dramatis. Meski berhasil memetik kemenangan tipis 1-0 atas Persiharjo pada laga pamungkas, pada Selasa (16/6),
tim berjuluk Macan Raung ini dipastikan gagal melangkah ke babak 16 besar.
Kegagalan itu karena Pasuruan United berhasil menumbangkan Persak Kebumen dengan skor 1-0. Hasilnya, Pasuruan United mengunci puncak klasemen Grup X dengan 5 poin disusul Persak 4 poin, Persid 4 poin dan Persiharjo 2 poin.
Meskipun mengoleksi porolehan poin yang sama dengan Persak, namun Persid kalah head to head. Hasil ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu Persid, terutama terkait jalannya pertandingan antara Persak vs Pasuruan United yang dinilai janggal.
Pelatih Persid Jember Nurul Huda menyoroti adanya selisih waktu selesainya pertandingan (injury time) yang cukup lama pada laga penentu tim pesaing.
“Harusnya pihak penyelenggara lebih teliti lagi. Masa kita sudah selesai, di sana belum selesai. Ini kan pertandingan antartim yang sama-sama punya peluang. Sangat disayangkan ada selisih 5 menit lebih. Kita selesai, sana belum. Nah, itu kan pasti ada sesuatu. Akhirnya tim sebelah sama-sama lolos,” ujar Nurul Huda.
Nurul Huda mengatakan secara permainan, ia mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang tampil jauh lebih baik dibandingkan laga-laga sebelumnya. Meski komposisi tim pincang dan berada di bawah tekanan besar, para pemain dinilai telah berjuang maksimal.
Namun, euforia kemenangan Persid langsung sirna dan berubah menjadi pukulan psikologis setelah mendengar hasil akhir dari pertandingan tim rival.
“Begitu tahu di sana memasukkan gol pada menit akhir pemain langsung drop. Kasihan sekali mereka, ini banyak pemain muda, akhirnya mentalnya turun. Kita sebagai pelatih harus terus memotivasi bahwa sepak bola bukan sekarang saja, masih banyak kesempatan untuk berkembang,” tuturnya.
Ia juga mengevaluasi salah satu kelemahan mencolok Persid yang gagal mencetak gol lebih banyak, yakni faktor kematangan mental dan jam terbang. Ketika mendapat tekanan dari penonton, performa para pemain muda cenderung menurun dan kerap melakukan kesalahan sendiri.
“Bahkan, ada beberapa pemain di bangku cadangan sempat terlihat ragu dan tidak siap saat hendak diturunkan,” ungkapnya.
Menatap musim depan, pelatih Persid Jember meminta adanya perombakan dan evaluasi total secara kolektif, mulai dari jajaran manajemen hingga persiapan teknis tim.
Menurutnya, jika Persid ingin naik kasta ke Liga 3, persiapan matang tidak bisa dilakukan secara instan. Beberapa poin penting yang ia garis bawahi untuk perbaikan ke depan.
“Persiapan minimal membutuhkan waktu 2 bulan sebelum kompetisi dimulai agar bisa berburu pemain lokal maupun luar daerah yang berkualitas dan tim harus memiliki kedalaman skuad yang merata agar tidak kebingungan saat ada pemain yang cedera atau sakit,” paparnya.
“Kita harus siapkan lagi semuanya dari segi teknis, gizi pemain, hingga sarana latihannya. Kalau kita ingin meningkat terus, kita harus berubah. Pasuruan saja bisa lolos, masa kita tidak bisa? Ke depan, kita harus cari pemain yang benar-benar siap secara mental dan teknis untuk menghadapi tekanan turnamen,” pungkasnya.(*)






