KabarBaik.co, Gresik – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Gresik tak hanya menjadi ajang bagi siswa baru mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak dini. Dalam salah satu sesi MPLS, para siswa baru mendapat pembekalan materi kesehatan.
Adalah dr Heri Munajib Sp.N, seorang dokter spesialis neurologi (saraf) yang mengajak siswa menjaga kesehatan otak dan mental di tengah tantangan era digital. 432 Siswa baru SMAN 1 Gresik mengikuti kegiatan pada Rabu (15/7) tersebut dengan antusias.
Tak hanya menyampaikan materi saja, Heri menyelingi kegiatan itu dengan tanya jawab dan kuis agar siswa tak merasa bosan dan jenuh.
“Sel saraf itu apa namanya? Tidur yang baik itu berapa jam?,” tanya Heri ke para siswa.
Awalnya tak ada yang menjawab. Mereka hanya saling berbicara dan bertanya satu sama lain. Tetapi ketika Heri mengatakan bahwa ada GoPay untuk yang menjawab, satu siswa langsung lantang menjawab.
“Neuron,” kata siswa tersebut.
Siswa itu pun disuruh maju dan mendapat GoPay seperti yang dijanjikan. Total ada 25 GoPay dan goody bag berisi tumbler dan alat tulis yang dibagikan dalam kegiatan tersebut.
Heri mengatakan sejumlah materi ia sampaikan kepada para siswa baru sesuai dengan kondisi dan perkembangan zaman. Materi itu adalah waktu efektif belajar, kenali stres, gadget, otak sehat, istimewanya otak remaja, otak dan prestasi, waktu tidur, dan menjaga mental.

“Alhamdulillah para siswa baru antusias. Materi kesehatan ini penting untuk generasi muda terutama mental health. Karena apa, karena tingkat resiliensi anak sekarang dan dahulu beda,” kata Heri.
Dalam penyampaian materi itu, Heri juga menekankan pada apa yang digandrungi remaja sekarang yakni gadget dan medsos. Heri menyebut ada keharusan untuk membatasi gadget dan medsos.
“Pakai gadget harus dibatasi. Juga detoks medsos atau membatasi medsos,” kata dokter yang berpraktik di RSUD Ibnu Sina dan RS Semen Gresik ini.
Salah satu siswa Nanda Fat’hati Sa’dinnajib mengatakan bahwa materi kesehatan yang disampaikan Heri sangatlah menarik. Dia jadi mengerti dan tahun tentang kesehatan mental dan baik buruknya dalam perkembangan kehidupan para remaja.
“Berguna banget materinya pak dokter. Kita jadi tahu bagaimana pola belajar yang baik, menjaga otak tetap sehat, maupun mengelola stres,” kata Nanda.
Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Gresik M Dhofir mengapresiasi Heri yang telah mengisi MPLS dengan materi kesehatan. Selama ini pengisian materi MPLS biasanya dilakukan oleh polisi, TNI, atau BNN.
“Jarang-jarang ada dokter yang mengisi materi kesehatan di MPLS. Kami butuh hal yang baru tapi penting bagi anak-anak. Dan pengetahuan kesehatan mental adalah jawabannya,” kata Dhofir.
Dhofir mengatakan di masa sekarang, mental para remaja sangat rentan. Tak sedikit juga anak muda yang terserang stres hingga stroke. Karena itu menyikapi kesehatan mental bisa diberikan sejak dini lewat pemberian materi di MPLS. (*)






