Permintaan Properti Kelas Menengah di Surabaya Barat Tetap Tumbuh di Tengah Dinamika Global

oleh -81 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 16 at 8.24.45 PM
Salah satu properti hunian di Surabaya barat (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan bagi industri properti pada 2026. Meski demikian, pasar hunian kelas menengah di sejumlah kawasan Surabaya Barat dinilai tetap menunjukkan prospek yang positif, didukung perbaikan infrastruktur dan insentif pemerintah.

Salah satu kawasan yang mencatat perkembangan tersebut adalah township Wisata Bukit Mas (WBM) di Surabaya Barat. Pengembang menilai peningkatan aksesibilitas melalui pelebaran Jalan Wiyung–Lakarsantri serta kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) turut mendorong aktivitas pasar properti di kawasan tersebut.

Sales & Promotion Division Head East Indonesia Sinar Mas Land Hario Utomo mengatakan pembangunan infrastruktur memberikan kemudahan akses menuju kawasan hunian sehingga meningkatkan daya tarik bagi masyarakat yang mencari tempat tinggal.

“Perbaikan akses jalan membuat mobilitas menuju kawasan semakin lancar. Di sisi lain, pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap sehingga lingkungan hunian dapat tumbuh dengan lebih tertata,” ujar Hario di Surabaya, Jumat (17/7).

Menurut dia, hunian di WBM menyasar segmen masyarakat kelas menengah dengan kisaran harga Rp 2,8 miliar hingga Rp 3,4 miliar. Selain kawasan residensial, area komersial juga dinilai memperoleh manfaat dari peningkatan konektivitas setelah pelebaran Jalan Wiyung menuju Lakarsantri dan Menganti.

Hario menyebut perbaikan akses tersebut sempat mendorong peningkatan penjualan pada tahun lalu dibandingkan periode sebelum jalan dioperasikan secara penuh. Kondisi itu menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian properti.

Sementara itu, Surabaya Division Head Sinar Mas Land Christie Veronica mengatakan pengembangan Cluster Chester tahap kedua dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar. Klaster tersebut berada di kawasan seluas sekitar 100 hektare yang telah didukung berbagai fasilitas pendidikan, pusat perbelanjaan, dan sarana penunjang lainnya.

Menurut Christie, realisasi penjualan pada tahun ini juga terbantu oleh kebijakan PPN DTP yang memberikan insentif bagi pembeli rumah.
Di tengah perlambatan ekonomi global, lanjutnya, mayoritas pembeli di proyek tersebut masih berasal dari kalangan pengguna akhir (end user), bukan investor. Karakteristik pasar tersebut dinilai membuat permintaan relatif lebih stabil dibandingkan segmen yang lebih bergantung pada aktivitas investasi.

Ia juga menilai minat masyarakat untuk mengunjungi proyek-proyek hunian di Surabaya masih cukup terjaga. Meski tekanan ekonomi global masih berlangsung, kebutuhan masyarakat terhadap hunian tetap menjadi salah satu penopang pasar properti, terutama pada kawasan yang memiliki akses infrastruktur dan fasilitas yang terus berkembang.

Pelaku industri menilai keberlanjutan pembangunan infrastruktur serta dukungan kebijakan pemerintah akan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum sektor properti nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.