Polisi Periksa 8 Saksi di Kasus Pengeroyokan Libatkan Wakil Ketua KONI Kota Batu

oleh -191 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 18 at 2.33.05 PM
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang dilaporkan RC terhadap Wakil Ketua KONI Kota Batu berinisial SA terus bergulir. Satreskrim Polres Batu kini telah memeriksa delapan saksi guna mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi usai pertandingan bulu tangkis di Kota Batu.

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengungkapkan bahwa dua saksi tambahan baru saja menjalani pemeriksaan. Keduanya merupakan orang yang berada langsung di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

“Ada dua saksi tambahan yang telah kami periksa. Mereka adalah saksi yang berada di tempat kejadian perkara,” ujar Zaenal, Kamis (18/6).

Dengan tambahan dua saksi tersebut, total delapan orang telah dimintai keterangan oleh penyidik. Sebelumnya, polisi telah memeriksa enam orang yang terdiri atas pelapor RC, dua saksi di lokasi kejadian, serta tiga terlapor yakni SA, H, dan ADS alias M.

“Total yang sudah kami periksa sampai saat ini ada delapan orang,” imbuhnya.

Kasus ini bermula dari insiden yang diduga terjadi pada Selasa dini hari (2/6) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, RC baru saja menyaksikan pertandingan bulu tangkis di sebuah gedung serbaguna di kawasan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo.

Kuasa hukum korban, Teguh Suharto Utomo, menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung lancar tanpa adanya keributan. RC datang ke lokasi semata-mata untuk memberikan dukungan kepada tim yang berisi teman-teman dekatnya.

Namun setelah pertandingan usai, korban diduga dihampiri dan ditegur oleh SA karena dianggap tidak memberikan dukungan kepada tim yang dibelanya.

“Korban dicegat di depan gedung, dimarahi karena tidak mendukung timnya dia,” terang Teguh.

Menurut Teguh, korban sempat menjelaskan alasan dukungannya. Namun penjelasan tersebut disebut tidak mampu meredakan emosi SA. Situasi kemudian memanas hingga berujung dugaan tindakan kekerasan.

Korban mengaku didorong pada bagian dada secara agresif. Tak hanya itu, dua orang lain berinisial H dan M yang disebut merupakan rekan SA diduga turut terlibat dalam insiden tersebut.

Selain dugaan pengeroyokan, korban juga mengaku menerima sejumlah ucapan bernada rasis yang dilontarkan berulang kali oleh SA selama peristiwa berlangsung.

Hingga kini, penyidik Satreskrim Polres Batu masih terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami keterangan para saksi untuk memastikan kronologi lengkap serta peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.