KabarBaik.co, Bojonegoro – Setelah sempat tertunda, proyek penataan Alun-Alun Bojonegoro dan Taman Rajekwesi dipastikan mulai memasuki tahap konstruksi pada awal Agustus 2026. Saat ini, Pemkab Bojonegoro masih merampungkan proses administrasi sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Anang Prasetyo Adi mengatakan seluruh persiapan proyek kini berada pada tahap finalisasi administrasi. Jika tidak ada kendala, pengerjaan konstruksi akan dimulai pada awal bulan depan.
“Awal Agustus 2026,” ujar Anang saat dikonfirmasi, Rabu (22/7).
Anang berharap masyarakat mendukung pelaksanaan proyek revitalisasi dua ruang publik yang menjadi ikon Kota Bojonegoro tersebut. Menurutnya, dukungan masyarakat penting agar proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai rencana.
“Sehingga penataan Alun-Alun dan Taman Rajekwesi dapat terlaksana secara lancar,” imbuhnya.
Seiring dimulainya proyek, Satpol PP Bojonegoro juga mulai menyiapkan langkah sterilisasi kawasan. Kepala Satpol PP Bojonegoro Laela Noer Aeny mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di sekitar Alun-Alun Bojonegoro.
Dalam beberapa hari ke depan, Satpol PP akan memberikan sosialisasi dan imbauan kepada para PKL sebagai bagian dari persiapan penataan kawasan.
“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan memberikan imbauan,” ujarnya.
Penataan Alun-Alun Bojonegoro dan Taman Rajekwesi merupakan salah satu program prioritas Pemkab Bojonegoro pada 2026. Proyek tersebut digulirkan sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang menginginkan wajah baru ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan representatif.
Berdasarkan data Inaproc Bojonegoro, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 26,29 miliar dari APBD 2026 untuk penataan Alun-Alun Bojonegoro. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PT Elang Mitra Regatama, perusahaan konstruksi asal Surabaya.
Sementara itu, proyek penataan Taman Rajekwesi memperoleh anggaran Rp 18,8 miliar yang juga bersumber dari APBD 2026. Proyek ini dikerjakan oleh PT Defani Energi Indonesia, perusahaan konstruksi asal Surabaya.
Dengan total anggaran mencapai Rp 45,09 miliar, revitalisasi kedua ikon Kota Bojonegoro itu diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang lebih modern, aman, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus mempercantik wajah pusat kota. (*)







