Bahlil Sebut Pabrik Metanol Bojonegoro Segera Groundbreaking, Pemkab: Masih Tunggu Izin Lahan Hutan

oleh -88 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 15 at 12.17.29 PM
Ilustrasi Pabrik metanol di Bojonegoro (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Rencana pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro kembali menjadi perhatian setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proyek tersebut akan segera memasuki tahap groundbreaking atau peletakan batu pertama. Kehadiran pabrik ini diproyeksikan menjadi salah satu penopang kebutuhan metanol nasional untuk mendukung implementasi program Biodiesel B50 yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026.

Pemerintah menargetkan pembangunan dua pabrik metanol baru, masing-masing di Bojonegoro, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Kedua fasilitas tersebut dipersiapkan untuk memperkuat pasokan metanol dalam negeri yang selama ini masih bergantung pada impor.

“Maka langkah berikut adalah kita mendorong untuk segera membangun industri metanol. Ini ada di Jawa Timur juga kita akan melakukan groundbreaking. Dan kemudian adalah di Kalimantan Timur yang merupakan bagian dari hilirisasi batu bara,” kata Bahlil Lahadalia, dikutip dari CNBC Indonesia saat Peluncuran Mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek.

Bahlil menjelaskan kebutuhan metanol nasional saat ini mencapai sekitar 2,5 juta ton per tahun. Karena itu, pembangunan industri metanol di dalam negeri dinilai penting agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pabrik metanol di Bojonegoro akan memanfaatkan gas alam sebagai bahan baku utama melalui teknologi steam reforming. Sementara proyek di Kalimantan Timur akan menggunakan batu bara kalori rendah melalui proses gasifikasi.

“Kalau Bojonegoro menggunakan gas alam dengan teknologi steam reforming,” ujar Eniya.

Di Bojonegoro, proyek tersebut direncanakan berdiri di kawasan hutan Perhutani seluas sekitar 5.130 hektare di wilayah RPH Sawitrejo, Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Dari total luas lahan tersebut, sekitar 130 hektare akan digunakan untuk kawasan pabrik, sedangkan 5.000 hektare lainnya disiapkan sebagai lahan budidaya sorgum sebagai bahan baku pendukung.

Meski demikian, Pemkab Bojonegoro menyebut hingga kini belum ada kepastian jadwal pelaksanaan groundbreaking. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Bojonegoro, Yudhistira Ardhi Nugraha, mengatakan proyek masih berada pada tahap penyelesaian perizinan penggunaan kawasan hutan.

“Untuk rencana groundbreaking belum ada informasi. Sejauh ini informasi yang kami terima masih proses perizinan terkait penggunaan lahan hutan,” kata Yudhistira, Rabu (15/7).

Pabrik metanol yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp22,8 triliun. Nantinya, fasilitas ini akan dioperasikan oleh PT Butonas Petrochemical Indonesia (BPI).

Sebagai dukungan terhadap proyek tersebut, Kementerian ESDM juga telah mengalokasikan pasokan gas dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB) sebesar 90 MMBTU untuk kebutuhan operasional pabrik. Dengan pasokan tersebut, proyek metanol Bojonegoro diharapkan mampu memperkuat rantai pasok energi nasional sekaligus mendukung program hilirisasi dan pengembangan energi baru berbasis sumber daya domestik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.