Diduga Tak Terima Retribusi Pasar Diusut, PPPK di Jember Ancam Anggota Banpol PP Pakai Celurit

oleh -296 Dilihat
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian. (Foto: Ist)
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Suasana di Pos Pengamanan Pasar Tanjung, Jember, mendadak mencekam pada Selasa pagi (23/6). Seorang anggota Banpol PP berinisial HR menjadi korban penodongan senjata tajam yang diduga dilakukan oleh AH, seorang pegawai PPPK di bawah naungan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember.

Akibat insiden yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB tersebut, korban yang merasa jiwanya terancam langsung meminta perlindungan dan melaporkan kasus ini ke Polres Jember.

Kuasa hukum korban, Anasrulloh, membenarkan bahwa kliennya sempat menghubungi dirinya sesaat setelah peristiwa menegangkan itu terjadi. Menurut penuturan Anas, pelaku AH diduga sudah menunggu kedatangan korban di lokasi. Setelah sempat terlibat percakapan, pelaku tiba-tiba mencabut sebilah celurit dari balik punggungnya.

“Ada ancaman fisik menggunakan senjata tajam. Terduga pelaku bahkan sempat melontarkan kalimat ancaman pembunuhan kepada klien kami,” ujar Anas.

Anas menduga kuat aksi nekat pelaku dipicu oleh rasa sakit hati. Belakangan ini, pengelolaan retribusi di Pasar Tanjung memang sedang diusut oleh pihak Diskopumdag Jember setelah adanya aduan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e. Pelaku diduga menuduh HR sebagai sosok di balik laporan pungutan liar tersebut.

Pihak kepolisian bergerak cepat merespons laporan ini. Aparat dari Polres Jember langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 10.00 WIB untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Polres Jember Ipda Andry Yunni Prasetiyo, mengonfirmasi adanya laporan pengancaman tersebut dan menyatakan bahwa terduga pelaku saat ini sudah ditahan.

“Saat ini AH telah diamankan di Mapolres Jember untuk pemeriksaan intensif,” ungkap Andry.

Pihaknya saat ini tengah mendalami motif utama pelaku serta memastikan apakah sajam jenis celurit tersebut memang sudah disiapkan dari rumah untuk menyerang korban.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan mendalam. Kami sedang memeriksa rangkaian kronologi dan motif di balik pengancaman dengan senjata tajam ini,” pungkas Andry.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.