Melestarikan Olahraga Rakyat, Desa Sumberejo Kota Batu Gelar Lomba Tarik Tambang se-Jatim

oleh -389 Dilihat
IMG 20260615 WA0016
Tarik tambang saat Hari Jadi Desa Sumberejo, Kita Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Semangat pelestarian olahraga tradisional kembali menggema di Kota Batu. Paguyuban Tarik Tambang Tri Banyak Manunggal yang bersinergi dengan Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) menggelar Lomba Tarik Tambang Se-Jawa Timur Tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Desa Sumberejo ke-116 ini diikuti 25 tim dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Pertandingan dimulai sejak 14 Juni 2026 dan digelar setiap malam mulai pukul 19.00 WIB hingga 23.30 WIB guna memberikan kenyamanan bagi peserta dan penonton.

Mengusung sistem gugur khas yang dikenal sebagai Sistem Jebolan, setiap tim yang kalah dalam satu pertandingan akan langsung tereliminasi. Sistem ini membuat tensi persaingan meningkat sejak laga pertama dimulai.

Sekretaris Panitia, Sunarto, menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan maupun perebutan hadiah uang tunai dan trofi juara. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai budaya dan pijakan hukum yang kuat.

“Pelestarian olahraga tradisional tarik tambang ini merupakan langkah konkret kami dalam mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dalam regulasi tersebut, tarik tambang dikategorikan sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di bidang olahraga tradisional dan permainan rakyat,” ujar Sunarto, Minggu (14/6) malam.

Ia menambahkan, di tengah gempuran permainan digital modern yang semakin diminati generasi muda, olahraga tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat ketahanan budaya bangsa.

“Tarik tambang bukan sekadar adu kekuatan fisik di atas lapangan. Di dalam seutas tali tambang terdapat nilai gotong royong, kekompakan tim, disiplin, dan sportivitas. Melalui momentum Hari Jadi Desa Sumberejo ke-116 ini, kami ingin memperteguh jati diri bangsa agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya tradisinya,” tegasnya.

Pelaksanaan malam pertama pada Minggu (14/6) malam, berlangsung meriah. Lapangan Dusun Sumbersari dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan pertandingan. Gemuruh yel-yel penonton memecah dinginnya malam Kota Batu.

Sebelum pertandingan dimulai, penonton disuguhi penampilan Tari Tradisional dari Sanggar Seni Laskar Titir Nuswantara yang sukses membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Laga pembuka diawali dengan pertandingan eksebisi antara Bintang Muda Wajak melawan Wisang Geni Jombang. Pertarungan berlangsung sengit dengan kedua tim saling mengadu strategi, terutama dalam penempatan posisi anchor atau penarik terakhir yang menjadi kunci kekuatan tim.

Tali tambang beberapa kali bergerak dinamis ke kanan dan kiri, memancing sorak sorai penonton. Setelah melalui dua babak masing-masing berdurasi 10 menit, Bintang Muda Wajak berhasil keluar sebagai pemenang.

Pertandingan berikutnya mempertemukan Sakera Pujon melawan Predator Lor Wajak serta Sumbersongo Wajak menghadapi Gendowor Oro-Oro Ombo Kota Batu. Sejumlah tim lainnya seperti Abi Manyu Wajak dan Putra Kurawan Singosari juga turut meramaikan kompetisi.

Melalui gelaran ini, panitia berharap tarik tambang tidak sekadar bertahan sebagai tradisi, tetapi juga berkembang menjadi olahraga rakyat yang mampu memperkuat identitas budaya bangsa di tengah arus modernisasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.