KabarBaik.co, Batu – Pemerintah Desa Beji, Junrejo, Kota Batu, terus menggali potensi ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan menyulap bekas Kantor Desa Beji di Jalan Ir Soekarno menjadi Mal UMKM dan galeri batik.
Rencana tersebut muncul setelah seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan desa dipindahkan ke kantor desa baru yang berada di kawasan Jalan Sawahan Bawah. Pemanfaatan aset desa itu diharapkan mampu menjadi pusat promosi sekaligus pemasaran produk unggulan warga.
Kepala Desa Beji Deny Cahyono mengatakan bangunan eks kantor desa seluas sekitar 900 meter persegi tersebut dinilai sangat strategis karena berada di jalur utama yang mudah diakses masyarakat maupun wisatawan.
“Kantor desa yang lama nantinya akan kami jadikan Mal UMKM sekaligus galeri batik. Lokasinya sangat strategis di Jalan Ir Soekarno sehingga mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya, Rabu (17/6).
Menurut Deny, keberadaan pusat UMKM ini tidak hanya menampilkan produk khas Desa Beji, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku UMKM dari wilayah lain agar aktivitas ekonomi semakin berkembang.
“Kami ingin tempat ini tidak hanya menampilkan produk Desa Beji, tetapi juga bisa berkolaborasi dengan UMKM lainnya agar semakin ramai dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” ungkap dia.
Berbagai produk unggulan yang nantinya dipasarkan di lokasi tersebut antara lain kerajinan peralatan dapur, aneka olahan tempe, hingga Batik Tempe Beji atau Bateji yang telah menjadi identitas khas desa.
Saat ini terdapat delapan pelaku usaha yang bergerak di bidang olahan tempe. Sementara pengembangan batik dilakukan oleh pegiat di masing-masing RW melalui pembinaan dan pelatihan yang difasilitasi pemerintah desa.
Deny menjelaskan selama ini galeri produk UMKM masih tersebar di rumah-rumah warga sehingga promosi dan pemasaran belum terpusat. Kehadiran Mal UMKM diharapkan menjadi solusi agar produk lebih mudah dikenal dan menarik minat pengunjung.
“Selama ini galeri masih tersebar di rumah warga. Nanti semuanya bisa terpusat sehingga lebih mudah dipromosikan dan menjadi daya tarik bagi pengunjung,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, pemerintah desa juga telah memberikan berbagai pelatihan kepada pengrajin batik, mulai dari teknik batik cap, batik tulis hingga batik print. Selain itu, peralatan pendukung produksi juga telah dianggarkan melalui dana desa.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah desa tidak akan melakukan renovasi besar pada bangunan eks kantor desa. Penataan hanya dilakukan secara ringan, seperti penambahan rak dan area display produk.
Selain itu, sejumlah penyesuaian fisik juga akan dilakukan, termasuk pembongkaran pagar kantor agar kawasan tersebut lebih terbuka dan lebih menarik bagi pengunjung.
Renovasi ditargetkan mulai dilaksanakan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 disahkan. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Mall UMKM dan galeri batik Desa Beji diproyeksikan mulai beroperasi pada awal tahun 2027.
Deny menambahkan UMKM yang dapat menempati area tersebut merupakan pelaku usaha binaan desa melalui PKK maupun Karang Taruna. Produk yang dipasarkan juga diwajibkan memenuhi legalitas usaha seperti PIRT, sertifikasi halal, dan ketentuan kesehatan lainnya.
“Kami terus menggali potensi yang ada di masyarakat. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan ekonomi desa dan menambah pendapatan warga melalui produk-produk unggulan yang memiliki daya saing,” tegas Deny. (*)






