KabarBaik.co, Sidoarjo – Realisasi pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sidoarjo belum sepenuhnya berjalan sesuai target. Dari total 346 gerai yang direncanakan berdiri di 318 desa dan 28 kelurahan, masih ada 127 desa dan kelurahan yang belum dapat memulai pembangunan karena terbentur persoalan ketersediaan maupun status lahan.
Hambatan yang dihadapi tidak hanya karena sebagian wilayah tidak memiliki Tanah Kas Desa (TKD). Sejumlah lokasi juga berada di kawasan berstatus lahan hijau maupun Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga belum dapat dimanfaatkan untuk pembangunan gedung KDKMP. Beberapa titik lainnya masih menunggu proses perubahan status lahan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo Mohamad Edi Kurniadi, menjelaskan progres pembangunan KDKMP terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini, sebanyak 93 bangunan telah selesai dikerjakan, sedangkan 126 bangunan lainnya masih dalam tahap konstruksi.
“Yang sudah selesai 100 persen itu ada 93 bangunan. Yang masih proses sebanyak 126. Jadi total yang akan terbangun saat ini sebanyak 219 KDKMP,” kata Edi Kurniadi, Selasa (23/6).
Menurut Edi, masih adanya 127 desa dan kelurahan yang belum membangun gerai bukan berarti seluruhnya tidak mempunyai lahan. Sebagian besar masih menghadapi persoalan legalitas dan peruntukan lahan sehingga pembangunan belum bisa dilaksanakan.
“Belum tentu semuanya tidak punya lahan. Ada yang memang tidak memiliki lahan, terutama beberapa kelurahan. Ada juga yang lahannya masih berstatus hijau, masuk LSD, atau masih dalam proses perubahan status,” ujarnya.
Ia menambahkan, bangunan KDKMP nantinya akan dibangun menggunakan konsep dari Agrinas (Agro Industri Nasional). Pemerintah juga memastikan kehadiran KDKMP bukan untuk menggeser usaha toko kelontong maupun UMKM, melainkan menjadi pusat distribusi yang memasok kebutuhan para pedagang di desa sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan ekonomi lokal semakin berkembang.(*)






