KabarBaik.co, Sidoarjo – Saat pemerintah pusat gencar membentuk Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan, Koperasi Wisma Bungurasih Sejahtera (WBA) di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, sudah lebih dulu membuktikan keberhasilannya. Berdiri sejak 2021, koperasi ini tumbuh dari semangat gotong royong warga dan kini menjadi salah satu contoh koperasi yang sehat serta mandiri.
Berpusat di Pendopo RW 05 Bungurasih, koperasi ini menjadi penggerak ekonomi warga melalui usaha ritel dan pemberdayaan UMKM di lingkungan sekitar. Keberadaannya lahir dari keinginan warga untuk memperkuat kebersamaan melalui sektor ekonomi.
Pada awal berdiri, modal koperasi dihimpun secara swadaya dari anggota melalui simpanan pokok Rp 100 ribu per orang, simpanan wajib Rp 25 ribu setiap bulan, serta simpanan sukarela. Skema tersebut menjadi fondasi awal berkembangnya usaha koperasi hingga saat ini.
Ketua Koperasi WBA Sejahtera Sukamto mengatakan keberhasilan koperasi tidak lepas dari konsistensi pengurus dalam menjaga transparansi dan kepercayaan anggota. Menurutnya, membangun koperasi yang sehat membutuhkan komitmen jangka panjang dan pengelolaan yang terbuka.
“Yang paling penting adalah kepercayaan dan transparansi. Kami berusaha membuktikan bahwa koperasi bisa dikelola secara sehat dan profesional. Alhamdulillah, kepercayaan anggota terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya Minggu (14/6).
Konsistensi tersebut mendapat perhatian sejumlah tokoh nasional. Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan berkunjung ke sekretariat koperasi pada 30 Januari 2026 untuk melihat langsung pengelolaan koperasi berbasis warga tersebut.
Tak lama berselang, Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono juga datang pada 25 Maret 2026. Kunjungan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap koperasi yang mampu tumbuh secara mandiri dari lingkungan rukun warga.
Dalam menjalankan usaha, Koperasi WBA memilih fokus pada perdagangan ritel dan dukungan terhadap UMKM dibanding memperbesar usaha simpan pinjam yang berisiko menimbulkan kredit macet. Strategi tersebut membuat koperasi berkembang secara stabil dan berkelanjutan.
Keberhasilan itu terlihat dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang selalu tepat waktu serta pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) secara terbuka. Bahkan banyak anggota memilih mengembalikan SHU mereka ke dalam simpanan koperasi sebagai tambahan modal usaha.
Dengan rekam jejak yang telah teruji selama lima tahun, Koperasi WBA dinilai layak menjadi percontohan pengembangan Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.(*)








