Selain Ruang Terbatas, Liponsos Sidoarjo Krisis Pakaian dan Matras Penghuni

oleh -129 Dilihat
Penghuni Liponsos tampak tercampur dengan ODGJ. (Foto: Ist)
Penghuni Liponsos tampak tercampur dengan ODGJ. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan utama dalam pelayanan di Liponsos Sidoarjo. Tidak hanya membutuhkan ruang yang memadai untuk memisahkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berdasarkan kondisi kesehatannya, pengelola juga masih kekurangan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari pakaian hingga alas tidur bagi para penghuni.

Saat ini terdapat 102 warga binaan yang tinggal di Liponsos Sidoarjo. Seluruhnya masih menempati bangunan pinjaman sehingga lansia dan ODGJ dengan tingkat gangguan berat, sedang, maupun ringan masih berada dalam satu kawasan tanpa pembagian ruang yang sesuai dengan kebutuhan rehabilitasi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Diana Ambarukmi, mengakui kondisi tersebut belum ideal karena dapat memengaruhi proses pemulihan penghuni, khususnya bagi ODGJ yang mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Dan kenyataannya memang kami belum ada pemisahan bangunan atau ruang-ruang yang khusus untuk mulai level sembuh, setengah sembuh sampai yang belum sembuh atau sakit. Sehingga masih bercampur kondisinya,” ujar Diana, Selasa (7/7).

Menurutnya, setiap penghuni seharusnya mendapatkan ruang yang disesuaikan dengan tingkat kondisi kejiwaannya agar proses rehabilitasi lebih efektif. Namun hingga kini keterbatasan bangunan masih menjadi kendala utama.

“Walaupun sudah dipetakan, ini masih satu lingkungan. Ada ODGJ tingkat berat, sedang, dan ringan. Sebenarnya itu tidak boleh dalam satu ruangan. Harapannya nanti ada ruangan sendiri-sendiri. Kalau penghuni sudah sembuh nanti bisa dijemput, kalau tidak ada keluarganya akan kami berdayakan,” katanya.

Selain persoalan bangunan, Liponsos juga menghadapi keterbatasan perlengkapan dasar. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak adalah pakaian layak pakai karena sebagian besar pakaian penghuni tidak dapat digunakan kembali setelah dipakai.

“Karena pakaian itu memang sekali pakai dibuang. Kami tidak ada anggaran untuk laundry, sementara sering kali pakaian sudah terkena kotoran sehingga tidak memungkinkan dicuci kembali,” jelasnya.

Diana menyebut bantuan yang dibutuhkan cukup beragam, seperti kaus oblong, celana pendek, pakaian dalam pria maupun wanita, BH, sarung, hingga matras atau tempat tidur. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, pihaknya bahkan beberapa kali berkoordinasi dengan puskesmas.

Keterbatasan fasilitas juga berdampak pada perlengkapan makan para penghuni. Demi alasan keamanan, pengelola memilih menggunakan kertas minyak sebagai alas makan karena wadah berbahan keras kerap disalahgunakan.

“Teman-teman di Liponsos kalau makan pakai kertas minyak. Karena kalau pakai mangkuk, sering kali tidak digunakan untuk makan, malah dipakai untuk BAB dan sebagainya,” ungkapnya.

Dinas Sosial berharap masyarakat, dunia usaha, maupun berbagai pihak dapat ikut berkontribusi membantu memenuhi kebutuhan penghuni Liponsos agar pelayanan rehabilitasi dapat berjalan lebih baik.

“Harapannya semua hadir, seluruh stakeholder saling berkomunikasi dan berkoordinasi. Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berdonasi,” ujarnya.

Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan dapat mengirimkan pakaian layak pakai maupun kebutuhan lainnya langsung ke Liponsos Sidokare atau ke Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo. Setiap bantuan yang diterima akan didata dan diberikan bukti penerimaan.

“Pakaian layak pakai, kaos oblong, celana pendek, sarung, bahkan apabila ada donatur yang memberikan matras atau tempat tidur untuk penghuni Liponsos tentu akan sangat membantu,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.