KabarBaik.co, Batu – Pemkot Batu mulai menyiapkan transformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Melalui sistem baru tersebut, TPA Tlekung nantinya hanya akan menerima sampah residu atau sampah yang sudah tidak dapat diolah kembali.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari program hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang bertujuan membangun sistem pengelolaan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Perubahan ini adalah program hibah Local Service Delivery Improvement Project (LSDP), yaitu pembenahan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi,” ujarnya, Minggu (21/6).
Menurut Dian, transformasi TPA Tlekung menjadi TPST baru akan dilakukan setelah sistem pengelolaan sampah di tingkat hulu berjalan optimal. Karena itu, pemilahan sampah harus dimulai dari rumah tangga, lingkungan RT/RW, hingga tingkat desa.
Dengan skema TPST, sampah yang masuk ke Tlekung tidak lagi berupa sampah campuran. Seluruh sampah akan dipilah dan diolah terlebih dahulu sehingga hanya menyisakan residu untuk ditimbun. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus memperpanjang usia pakai lahan pembuangan.
“Sistem tersebut mencakup peningkatan pemilahan sampah dari sumbernya, baik di tingkat rumah tangga maupun desa,” jelas Dian.
Selain meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah, transformasi ini juga ditujukan untuk mengatasi persoalan lingkungan yang selama ini menjadi keluhan warga, seperti bau menyengat akibat penumpukan sampah serta potensi pencemaran air tanah oleh air lindi.
DLH Kota Batu menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, hemat lahan, dan ramah lingkungan melalui penguatan pengelolaan dari hulu hingga hilir.
“Lewat penguatan pengelolaan dari hulu sampai hilir, kami ingin mewujudkan tata kelola sampah yang modern, hemat tempat, dan tidak merusak lingkungan. Targetnya, Kota Batu bisa pelan-pelan lepas dari sistem buang akhir model lama,” ungkap Dian.
Transformasi tersebut juga diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah yang dibuang, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi melalui proses daur ulang, pengomposan, maupun pengolahan lanjutan.
Sebagai kota tujuan wisata, keberhasilan pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas lingkungan, kebersihan, serta kenyamanan Kota Batu bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung. (*)






