Gelar Demo di DPRD, Cipayung Plus dan BEM se-Jember Suarakan 4 Tuntutan Darurat Rakyat

oleh -273 Dilihat
Anggota DPRD Jember menemui para mahasiswa. (Foto: Aji)
Anggota DPRD Jember menemui para mahasiswa. (Foto: Aji)

KabarBaik.co, Jember – Gelombang protes mahasiswa kembali bergeliat di Kabupaten Jember. Elemen mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Jember menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor DPRD Kabupaten Jember, Senin (15/6).

Dalam aksi tersebut, massa membawa empat tuntutan mendesak yang ditujukan langsung kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI.

Korlap aksi, Alfin Maulana, menegaskan bahwa poin-poin yang mereka bawa mencerminkan kondisi darurat yang saat ini sedang dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah.

“Kami menilai arah kebijakan negara saat ini sudah melenceng dari kepentingan rakyat,” ujarnya.

Berikut adalah empat poin tuntutan resmi yang dibacakan di tengah aksi. Mahasiswa mendesak pemerintah menghentikan krisis ekonomi dan kegagalan fiskal. Tingginya harga kebutuhan pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai sebagai bukti konkret kegagalan kebijakan fiskal pemerintah saat ini.

Mendesak pemerintah mengevaluasi tata kelola program prioritas secara transparan—termasuk proyek IKN dan program padat karya yang dinilai fiktif. Mahasiswa menuntut anggaran tersebut dialihkan untuk subsidi pangan, kesehatan, serta pendidikan yang menyentuh rakyat langsung.

Menuntut revisi terhadap UU Polri karena dinilai memiliki banyak pasal multitafsir yang rentan digunakan untuk membungkam kritik. Mereka juga mengecam keras tindakan represif aparat serta kriminalisasi terhadap aktivis dan masyarakat sipil.

Menolak keras masuknya prajurit TNI aktif ke dalam jabatan sipil. Mahasiswa menilai UU TNI yang ada saat ini sudah usang dan harus direvisi agar tidak mengancam ruang demokrasi melalui praktik militerisme di ruang publik.

“Kami tidak akan berhenti bersuara sampai tuntutan ini dipenuhi. Jangan pernah berpikir represi akan membungkam kami. Negara harus hadir untuk rakyat, bukan untuk kekuasaan,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Aksi unjuk rasa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat sejak siang hari.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.