Pengangguran di Sidoarjo Capai 68.549 Orang, Lulusan SMK Malah Jadi Penyumbang Terbesar

oleh -156 Dilihat
Suasana Career Day di SMKN 1 Krian, Sidoarjo. (Foto: Ist)
Suasana Career Day di SMKN 1 Krian, Sidoarjo. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Persoalan pengangguran di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, sebanyak 68.549 warga tercatat belum memiliki pekerjaan.

Dari jumlah tersebut, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi kelompok yang paling banyak menyumbang angka pengangguran.

Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnaker Sidoarjo Yulita, mengungkapkan lulusan SMK mendominasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Delta dengan persentase sekitar 5,7 persen atau setara kurang lebih 5.820 orang.

“Paling banyak yang menganggur berasal dari lulusan SMK, mencapai sekitar 5,7 persen,” ujarnya, Sabtu (20/6).

Menurut Yulita, kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat lulusan SMK dipersiapkan untuk siap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Namun, belum seimbangnya kebutuhan industri dengan jumlah lulusan membuat masih banyak tenaga kerja muda yang belum terserap.

Untuk menekan angka pengangguran, Disnaker Sidoarjo terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri melalui berbagai program penempatan tenaga kerja, salah satunya dengan menggelar Career Day di SMKN 1 Krian.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.300 pencari kerja yang menyerahkan lamaran kepada perusahaan peserta. Dalam bursa kerja itu, sebanyak 20 perusahaan membuka rekrutmen dengan total sekitar 600 lowongan pekerjaan.

Kepala UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (P2TK) Disnakertrans Jawa Timur, Utami, mengatakan lowongan yang tersedia berasal dari berbagai sektor, mulai industri manufaktur, ritel, jasa, hingga sektor usaha lainnya.

“Lowongan yang tersedia berasal dari berbagai sektor, mulai industri manufaktur, ritel, jasa, hingga bidang usaha lainnya,” jelasnya.

Tak hanya bagi pencari kerja umum, sebagian formasi juga diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. Sekitar 5 persen dari total kebutuhan tenaga kerja dialokasikan untuk pelamar difabel, dengan tiga perusahaan membuka kesempatan kerja khusus bagi penyandang disabilitas rungu, wicara, daksa, maupun netra sesuai kebutuhan masing-masing.

Utami menilai pelaksanaan bursa kerja menjadi salah satu langkah strategis untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung. Mengingat, tingkat pengangguran terbuka di Sidoarjo hingga kini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata di Jawa Timur.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan dunia industri, diharapkan lulusan SMK maupun pencari kerja lainnya dapat lebih cepat terserap ke pasar kerja sehingga angka pengangguran di Sidoarjo dapat terus ditekan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.