KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) masih mengejar penyerapan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung. Sebab, hingga pertengahan Juni 2026, realisasi distribusi baru mencapai 11.741.900 kilogram, sementara 69.860.300 kilogram jagung masih menunggu disalurkan kepada peternak.
Kepala Bidang Budidaya dan Pengembangan Peternakan Disnakkan Kabupaten Blitar, Andy Mulya mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh kuota SPHP Jagung dapat dimanfaatkan peternak ayam petelur hingga akhir pelaksanaan program. Karena itu, proses distribusi terus dikawal agar berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Realisasi distribusi saat ini sudah mencapai sekitar 11,7 juta kilogram. Kami terus mengawal agar sisa kuota sekitar 69,8 juta kilogram dapat terserap secara konsisten dan tepat sasaran,” ujarnya, Senin (6/7).
Program SPHP Jagung disiapkan pemerintah untuk menjaga ketersediaan bahan baku pakan di tengah fluktuasi harga jagung. Penyaluran dilakukan melalui koperasi dan asosiasi peternak yang telah dipetakan berdasarkan kebutuhan anggotanya.
Berdasarkan data Disnakkan, Koperasi Produsen Unggas Manunggal Sejahtera (ULTRA) menjadi penerima terbesar dengan realisasi distribusi mencapai 1.170.000 kilogram. Disusul Koperasi Jasa Pinsar Petelur Nasional (PPN) sebanyak 1.156.000 kilogram, Koperasi Produsen Berkah Telur Blitar sebesar 1.010.000 kilogram, serta Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Blitar (PUTERA) sebanyak 434.600 kilogram.
Andy menegaskan, pengawasan dilakukan mulai dari gudang penyedia hingga koperasi penerima agar distribusi tepat sasaran. Menurutnya, keberhasilan penyaluran SPHP Jagung menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi telur di Kabupaten Blitar.
“Harapannya sisa kuota yang masih tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal sehingga kebutuhan pakan tetap terpenuhi dan produktivitas peternak tetap terjaga sampai akhir pelaksanaan program tahun ini,” pungkasnya. (*)







